6/17/2013

Tentang menepati janji, amanat dan larangan khianat

Tentang menepati janji, amanat dan larangan khianat
Firman Allah SWT :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اَوْفُوْا بِاْلعُقُوْدِ. المائدة:1
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. [QS. Al-Maidah : 1]
وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِيْ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْ، وَ اِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ. البقرة:40
Dan Penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). [QS. Al-Baqarah : 40]
وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ اِذَا عَاهَدْتُّمْ وَ لاَ تَنْقُضُوا اْلاَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَ قَدْ جَعَلْتُمُ اللهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، اِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ. النحل:91
Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah(mu) sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. [QS. An-Nahl : 91]

وَ اَوْفُوْا بِاْلعَهْدِ اِنَّ اْلعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً. الاسراء:34
Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. [QS. Al-Israa' : 34]
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَخُوْنُوا اللهَ وَ الرَّسُوْلَ وَ تَخُوْنُوْا اَمَانتِكُمْ وَ اَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. الانفال:27
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. [QS. Al-Anfaal : 27]
اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا اْلاَمَانتِ اِلى اَهْلِهَا. النساء:58
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. [QS. An-Nisaa' : 58]
وَ مِنْهُمْ مَّنْ عَاهَدَ اللهَ لَئِنْ اتينَا مِنْ فَضْلِه لَنَصَّدَّقَنَّ وَ لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصَّالِحِيْنَ. فَلَمَّا اتيهُمْ مِنْ فَضْلِه بَخِلُوْا بِه وَ تَوَلَّوْا وَّ هُمْ مُّعْرِضُوْنَ. فَاَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلى يَوْمِ يَلْقَوْنَه بِمَا اَخْلَفُوا اللهَ مَا وَعَدُوْهُ وَ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ. التوبة:75-77
Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah : "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedeqah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shaleh". Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafiqan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan karena mereka selalu berdusta. [QS. At-Taubah : 75 - 77]
وَ الَّذِيْنَ هُمْ ِلاَمنتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ(8) وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ(9) اُولئِكَ هُمُ اْلوَارِثُوْنَ(10) الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ اْلفِرْدَوْسَ، هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ(11) المؤمنون:8-11
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, (8)
dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (9)
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (10)
(ya’ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (11) [QS. Al-Mukminuun : 8-11]
وَ الَّذِيْنَ هُمْ ِلاَمنتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ(32) وَالَّذِيْنَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُوْنَ(33) وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلى صَلوتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ(34) اُولئِكَ فِيْ جَنَّاتٍ مُّكْرَمُوْنَ(35) المعارج:32-35
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (32)
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. (33)
Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (34)
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan. (35) [QS. Al-Maa’rij : 32-35]
اِنَّ اللهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِيْنَ امَنُوْا، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُوْرٍ. الحج:38
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. [QS. Al-Hajj : 38]
اِنَّا اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ اْلكِتبَ بِاْلحَقّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا اَريكَ اللهُ وَ لاَ تَكُنْ لّلْخَآئِنِيْنَ خَصِيْمًا(105) وَ اسْتَغْفِرِ اللهَ، اِنَّ اللهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا(106) وَ لاَ تُجَادِلْ عَنِ الَّذِيْنَ يَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَهُمْ، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًا(107) النساء:105-107
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,  (105)
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (106)
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa, (107) [QS. An-Nisaa’ : 105-107]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: قَالَ اللهُ تَعَالَى، ثَلاَثَةٌ اَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ: رَجُلٌ اَعْطَى بِى ثُمَّ غَدَرَ، وَ رَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَ رَجُلٌ اسْتَأْجَرَ اَجِيْرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ اْلعَمَلَ وَ لَمْ يُوَفّهِ اَجْرَهُ. البخارى
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : "Allah Ta'ala berfirman : Ada tiga golongan yang besuk pada hari qiyamat menjadi musuh-Ku; 1. Orang yang berjanji dengan nama-Ku, kemudian dia khianat, 2. Orang yang menjual orang merdeka, lalu ia makan harganya (hasil penjualan itu), dan 3.  orang yang mempekerjakan buruh (karyawan) dan karyawan itu telah bekerja dengan baik tetapi orang tersebut tidak memberikan upahnya dengan sempurna. [HR. Bukhari]
عَنْ عَلِيّ رض قَالَ: كُنَّا جُلُوْسًا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فَطَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ مِنْ اَهْلِ اْلعَالِيَةِ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَخْبِرْنِى بِاَشَدّ شَيْءٍ فِى هذَا الدّيْنِ وَ اَلْيَنِهِ! فَقَالَ: اَلْيَنُهُ شَهَادَةُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. وَ اَشَدُّهُ يَا اَخَا اْلعَالِيَةِ اْلاَمَانَةُ. اِنَّهُ لاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ اَمَانَةَ لَهُ. وَ لاَ صَلاَةَ لَهُ. وَ لاَ زَكَاةَ لَهُ. البزار
Dari Ali RA, ia berkata : Dahulu kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang laki-laki dari penduduk 'Aliyah lalu bertanya, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang paling berat di dalam agama ini maupun yang paling mudah". Kemudian Nabi SAW bersabda, "Yang paling mudah ialah mengucapkan syahadat bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Adapun yang paling berat wahai saudara dari 'Aliyah, ialah amanat. Sesungguhnya tidak ada agama bagi orang yang tidak amanat, tidak shalat dan tidak zakat". [HR. Al-Bazzar]
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: خَيْرُكُمْ قَرْنِى ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ، ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ، ثُمَّ يَكُوْنُ بَعْدَهُمْ قَوْمٌ يَشْهَدُوْنَ وَ لاَ يُسْتَشْهَدُوْنَ، وَ يَخُوْنُوْنَ وَ لاَ يُؤْتَمَنُوْنَ، وَ يَنْذِرُوْنَ وَ لاَ يُوْفُوْنَ، وَ تَظْهَرُ فِيْهِمُ السّمَنُ. البخارى و مسلم
Dari 'Imran bin Hushain RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Sebaik-baik kalian ialah orang-orang pada zamanku, kemudian orang-orang berikutnya, kemudian orang-orang berikutnya lagi. Kemudian akan ada sesudah mereka itu suatu kaum yang mereka itu menyaksikan tetapi mereka tidak bisa dijadikan saksi, mereka itu berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka itu bernadzar tetapi tidak melaksanakan (nadzarnya), dan tampaklah kegemukan dikalangan mereka itu (karena memakan harta tidak memperdulikan halal-haramnya). [HR. Bukhari dan Muslim]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ اَمَانَةَ لَهُ وَ لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ طُهُوْرَ لَهُ. الطبرانى
Dari Ibnu 'Umar RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tidak (sempurna) iman bagi orang yang tidak amanat, dan tidak sah shalat bagi orang yang tidak bersuci terlebih dulu". [HR. Thabarani]
عَنْ عَمْرِو بْنِ اْلحَمِقِ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَيُّمَا رَجُلٍ اَمَّنَ رَجُلاً عَلَى دَمِهِ ثُمَّ قَتَلَهُ فَاَنَا مِنْ اْلقَاتِلِ بَرِيْءٌ وَ اِنْ كَانَ اْلمَقْتُوْلُ كَافِرًا. ابن ماجه و ابن حبان فى صحيحه، و اللفظ له
Dari 'Amr bin Hamiq RA, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapasaja (yang berjanji) memberi keamanan kepada seseorang atas darahnya, kemudian ia membunuhnya, maka aku berlepas diri dari orang yang membunuh tersebut, meskipun yang dibunuh itu orang kafir". [HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya, dan lafadh itu baginya]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَ مَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا. اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ، وَ اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ اِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَ اِذَا خَاصَمَ فَجَرَ. البخارى 1: 14
Dari Abdullah bin 'Amr, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Ada empat perkara barangsiapa yang empat perkara itu ada padanya maka ia adalah orang munafiq yang sebenarnya. Dan barangsiapa ada padanya satu bagian dari yang empat perkara itu berarti ada padanya satu bagian dari kemunafiqan sehingga ia meninggalkannya, yaitu : 1. Apabila diberi amanat ia  khianat, 2. Apabila berbicara ia berdusta, 3. Apabila berjanji menyelisihi dan 4. Apabila bertengkar ia curang. [HR. Bukhari juz 1, hal. 14]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالُ: ايَةُ اْلمُنَافِقِ ثَلاَثٌ. اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ اِذَا وَعَدَ اَخْلَفَ وَ اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ. الخارى 1: 14
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tanda orang munafiq ada tiga perkara, yaitu : 1. Apabila berbicara ia berdusta, 2. Apabila berjanji menyelisihi dan 3. Apabila diberi amanat ia khianat”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 14]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا جَمَعَ اللهُ اْلاَوَّلِيْنَ وَ اْلآخِرِيْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يُرْفَعُ لِكُلّ غَادِرٍ لِوَاءٌ، فَقِيْلَ: هذِهِ غَدْرَةُ فُلاَنِ ابْنِ فُلاَنٍ. مسلم
Dari Ibnu 'Umar RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apabila Allah mengumpulkan orang-orang yang dahulu dan orang-orang yang akhir besuk pada hari qiyamat, maka setiap orang yang berkhianat (mengingkari janji) akan diberi bendera (sebagai tanda), lalu dikatakan : "Ini adalah pengkhianatannya si fulan bin fulan". [HR. Muslim]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلجُوْعِ فَاِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيْعُ، وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلخِيَانَةِ فَاِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ. ابو داود و النسائى و ابن ماجه
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Dahulu Rasulullah SAW pernah berdo'a, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lapar, karena sesungguhnya lapar itu adalah sejelek-jelek teman tidur, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat khianat, karena sesungguhnya khianat itu adalah seburuk-buruk perilaku. [HR. Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah]
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِضْمَنُوْا لِى سِتًّا مِنْ اَنْفُسِكُمْ، اَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ. اُصْدُقُوْا اِذَا حَدَّثْتُمْ، وَ اَوْفُوْا اِذَا وَعَدْتُمْ، وَ اَدُّوْا اِذَا ائْتُمِنْتُمْ، وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ، وَ غُضُّوْا اَبْصَارَكُمْ، وَ كُفُّوْا اَيْدِيَكُمْ. احمد و ابن ابى الدنيا و ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و البيهقى
Dari 'Ubadah bin Shamit RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda, "Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara dari dirimu, niscaya aku menjamin surga bagimu : 1. Jujurlah apabila kamu berbicara, 2. Sempurnakanlah (janjimu) apabila kamu berjanji, 3. Tunaikanlah apabila kamu diberi amanat, 4. Jagalah kemaluanmu, 5. Tundukkanlah pandanganmu (dari ma'shiyat) dan 6. Tahanlah tanganmu (dari hal yang tidak baik). [HR. Ahmad, Ibnu Abid-Dunya, Ibnu Hibban di dalam shahihnya, Hakim dan Baihaqi]

1 komentar:

Tentang kehidupan Dunia

  TENTANG DUNIA فعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ ...